Film Merah Putih adalah film pertama dari rangkaian film Trilogi Merdeka-Merah Putih. Menceritakan tentang 5 orang anak Bangsa yang ingin mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasa masa Agresi Militer Belanda tahun 1947. Mereka adalah Thomas, Marius, Amir, Dayan, dan Soerono yang diperankan oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia yang antara lain adalah Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, dan Zumi Zola. Kehidupan di Sekolah Tentara Rakyat yang mereka jalani sangat keras. Perbedaan kelas sosial, suku, budaya, dan agama kerap membuat mereka berselisih. Terutama antara Thomas yang berlatar-belakang peternak miskin dari Manado dengan Marius yang merupakan anak konglomerat keturunan Belanda.
Tapi perlahan mereka mengerti bahwa perbedaan yang selalu menjadi perselisihan di antara mereka hanya akan membuat Belanda kembali menguasai tanah air. Akhirnya mereka berjuang bersama untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dengan mempertahankan segenap jiwa dan raga.
Film yang disutradarai oleh Yadi Sugandi yang telah berpengalaman menangani film Laskar Pelangi, Tiga Hari untuk Selamanya, Under the Tree, dan The Photograph ini juga melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang ahli spesial efek dan tata teknik lain yang telah berpengalaman di perfilman Hollywood. Seperti ahli spesial efek Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Black Hawk Down) dan ahli persenjataan John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, Australia, Wolverine).
Tak heran jika film yang berdurasi 120 menit tersebut berhasil menyuguhkan bukan hanya adegan peperangan yang menegangkan, tapi juga humor, drama, kisah cinta, dan cerita kehidupan pribadi yang kuat.
Tayang: 13 Agustus 2009
sumber gambar: www.filmmerahputih.com
Darah Garuda
Perjuangan pun berlanjut pada sekuel pertama Film Merah Putih, yakni Darah Garuda. Masih bercerita tentang para kadet yang menjadi tentara gerilya pada tahun 1947 yang kali ini berencana untuk melancarkan serangan nekat ke camp tawanan milik Belanda demi menyelamatkan wanita yang mereka cintai. Diperankan oleh Rahayu Saraswati (peraih Aktris Terbaik untuk Film Merah Putih pada Bali Internasional Film Festival 2009) sebagai Senja, Astri Nurdin sebagai Melati, dan Atiqah Hasiholan sebagai Lastri yang menjadi wanita penghibur karena trauma.
Dalam perjalanan menuju kantor pusat Jenderal Soedirman, kelompok gerilya ini bertemu dengan kelompok separatis Islam yang dipimpin oleh seorang Kyai (Alex Komang), sekutu baru yang juga berpotensial untuk berkhianat. Mereka lalu mendapatkan misi untuk menghancurkan lapangan udara milik Belanda yang akan digunakan sebagai counter attack atas segala perlawanan yang dilakukan pribumi di Tanah Jawa.
Bersama Yanto (Ario Bayu), salah satu Sersan dalam pasukan Jenderal Soedirman, juga Pasukan Khusus yang memiliki salah satu prajurit anak terbaik bernama Budi (Aldy Zulkarnain), Kapten Amir, Letnan Marius, Thomas, juga Dayan dihadapkan pada musuh-musuh yang mengelilingi baik musuh dari dalam maupun dari luar. Mereka harus bersatu dan saling percaya di antara pengkhianatan demi satu tujuan: Kemerdekaan.
Film yang diproduksi oleh PT Media Desa Indonesia dan Margate House ini disunting oleh penyunting gambar terbaik Indonesia Sastha Sunu dengan musik oleh komposer Theorsi Argeswara. Dalam waktu 100 menit, penonton disuguhkan adegan-adegan action yang memukau yang mengingatkan kita atas perjuangan Bangsa Indonesia kala itu demi mempertahankan kemerdekaan.
Tayang: 8 September 2010
Hati Merdeka
Sampailah kita di film terakhir Merah Putih. Dengan pemain dan kru yang tak jauh berbeda dari kedua film sebelumnya, Hati Merdeka menceritakan inti dari film Trilogi Merdeka itu sendiri. Apa sih sebetulnya hakikat Kemerdekaan itu?
Setelah menyelesaikan misi terakhir di film sebelumnya, para kadet dihadapkan pada drama karena ditinggalkan oleh pimpinan mereka, Amir. Setelah sebelumnya kehilangan salah satu anggota ketika melakukan pelarian diri dengan berkuda. Mereka mendapatkan misi baru untuk membunuh Kolonel Raymer (diperankan oleh aktor Inggris, Michael Bell yang meninggal April lalu), seorang penjahat perang dan telah membunuh keluarga Thomas di awal cerita.
Berangkatlah mereka ke Pulau Bali dengan sejumput strategi untuk menghindar dari Belanda dengan dipimpin oleh Thomas pasca mundurnya Amir. Tapi tampaknya mereka masih harus dihadapkan oleh para pembelot yang mengelilingi sehingga pertempuran laut pun tak terhindarkan. Tak hanya itu, cinta segitiga antara Marius, Thomas, dengan Senja yang kali ini semakin mantap ikut bertempur pun mewarnai perjalanan mereka menamatkan misi.
Tiba di Bali, tempat tinggal Dayan, mereka menyelamatkan Dayu (Ranggani Puspandaya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer hingga menyebabkan salah satu dari prajurit itu harus berjuang antara hidup dan mati karena hampir terbunuh. Sambil berusaha untuk menyelamatkan teman mereka yang sekarat (sengaja gak disebutin biar penasaran. hehe), Thomas dan rekan-rekan seperjuangannya bertemu dengan pimpinan pemberontak bawah tanah bernama Wayan Suta (Nugie). Bersama-sama mereka bertempur, mencari sebuah makna: Merdeka.
Dikemas dalam film 35mm dan berdurasi 97 menit, Hati Merdeka menggabungkan aksi pembunuhan, humor, romansa, serta cerita drama yang kuat.
Ketiga Film ini merupakan kisah fiksi yang sarat akan amanat tentang nasionalisme.Di tengah hiruk-pikuk bangsa lain yang ingin merampas kebudayaan bahkan kekayaan alam Indonesia, serta oknum-oknum yang secara sadar maupun tidak sadar telah memporak-porandakan bangsanya sendiri, kita diingatkan untuk mencintai Bangsa dan Tanah Air kita bukan hanya dengan kata-kata tapi juga perwujudan melalui sikap dengan melihat ceriman lewat film tersebut tentang bagaimana para pejuang dulu berusaha mempertahankan kemerdekaan.
Tayang: 9 Juni 2011
Sumber gambar dan informasi: www.hatimerdeka.com
Film yang wajib ditonton loh! ;p








